Tentang Dictum

 

logo-dictum.jpg

Kata dictum berasal dari bahasa Latin yang berarti pernyataan, komentar atau pendapat. Dictum berarti juga gagasan dalam wujud teks.

Dictum, majalah kajian media yang Anda pegang ini adalah mimpi lama kami yang akhirnya terwujud. Awalnya adalah keprihatinan kami terhadap minimnya publikasi khusus mengenai kajian media di hadapan publik perguruan tinggi. Kajian media di ruang studi universitas belum banyak dipahami dan mendominasi. Ia belum sepenuhnya menjadi “kenikmatan intelektualitas”. Padahal kajian media dalam bentuk publikasi populer sangat penting dilakukan tidak hanya untuk mempertajam daya analisis akademisi dan mahasiswa dalam memandang kehidupan media kontemporer. Tetapi juga bisa dijadikan sebagai media edukasi populer terhadap masyarakat umum mengenai betapa pentingnya kecakapan bermedia (media literacy).

Dalam konteks politik, Dictum dengan penuh keyakinan melengkapi langkah konkret bangsa ini dalam upaya menjadi masyarakat yang lebih demokratis dengan menyadari pentingnya mengenal, memahami dan mengkritisi media. Bahwa media dalam negara demokrasi adalah pilar yang sangat penting, sebagai sarana penyeimbang kehidupan sosial. Karena itu pula media harus selalu dipantau gerak-gerik dan perilakunya. Ini penting mengingat media dalam negara demokrasi sangat besar peranannya dalam mengonstruksi pemikiran sosial dan politik, membelokkan ideologi, manipulasi kesadaran, kemunduran kebiasaan lama yang kaya nilai, dan juga pembentukan hiperrealitas citra sosial.

Media kini menjadi lebih kuat menjadi kelompok penekan dan pendorong keuangan. Kompetisi dan inovasi di bidang ekonomi politik dan teknologi informasi komunikasi semakin mempercepat laju akumulasi, pengolahan dan penyebaran informasi. Wujud informasi pun kini semakin beragam, masif, luas dan berkarakter multimedia.

Dalam tingkatan ekonomi dan politik menurut John B. Thompson dalam Kritik Ideologi Global mencatat empat kecenderungan utama media, yaitu meningkatnya pemusatan industri media, pertumbuhan diversifikasi, peningkatan globalisasi industri media dan kecenderungan adanya deregulasi.

Dalam hal diversifikasi, mahfum diwartakan banyak media tradisional (surat kabar, radio dan televisi) kelas berat membentuk media online sebagai upaya perluasan pengaruh dan akumulasi modal yang lebih besar. Kesadaran solid seperti ini oleh pemilik media sangatlah konkret dan praktis. Sebut saja News Corporation milik Rupert Murdoch awal tahun lalu membeli MySpace.com atas sebuah keyakinan menambah ketebalan kocek hingga belasan miliar rupiah setiap tahunnya lewat pembeli ruang iklan.

Fakta empiris melalui penelitian global menemui kue iklan ke surat kabar dan televisi beralih ke internet. Sebab konsumen informasi dari kalangan remaja beralih dari surat kabar dan televisi ke ranah maya ini. Informasi yang beragam dan interaktif dari berbagai media online ditengarai sebagai penarik.

Di dalam negeri sebut saja Kompas Cyber Media (KCM), Tempo Interaktif dan yang paling ternama, DetikCom. Dan mereka tidak sendiri. Banyak media lokal dan nasional bermain di ranah yang sama dengan karakter yang tidak jauh berbeda.

Ditambah lagi fenomena citizen journalism dalam sarana weblog (blog). Bagi kami ini adalah penanda dan penegasan atas pemberontakan terhadap media tradisional. Ini transisi yang besar dan revolusioner. Walaupun banyak pengamat media menilai weblog masih jauh dalam definisi media yang pernah kita kenal, tapi karakter dan nilai informasi di dalamnya cukup berkualitas. Bahkan beberapa waktu yang lalu kongres Amerika Serikat mengakui weblog sebagai media setara dengan media lain dengan diizinkannya mereka meliput sidang pengadilan.

Dengan terbitnya Dictum, kami berharap majalah ini dapat menjadi oase di tengah gersangnya nuansa intelektualitas dalam kajian disiplin ilmu komunikasi di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.

Visi kami dengan Dictum adalah guna mendiseminasikan pemikiran dan kajian kritis serta alternatif menjadi kajian media dan ilmu komunikasi. Mewujudkan itu secara konkret Dictum juga difungsikan: pertama, sebagai ruang diskusi dialektik yang bebas bagi peminat kajian media dan ilmu komunikasi. Kedua, sebagai bacaan alternatif kajian media dan ilmu komunikasi bagi akademisi ilmu komunikasi, mahasiswa hingga masyarakat. Dan ketiga, guna merangsang hadirnya penulis, pemerhati dan peminat baru tentang kajian media dan ilmu komunikasi.

DASAR PEMIKIRAN

Kata ‘dictum’ berasal dari bahasa Latin yang berarti pernyataan, komentar atau pendapat. Namun demikian, ‘dictum’ dapat juga diartikan gagasan dalam wujud teks

Banyak dorongan yang akhirnya membuat Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU menggagas penerbitan majalah ini.

Pertama, keprihatinan terhadap mimimnya publikasi khususnya mengenai kajian media di hadapan publik perguruan tinggi.

Kedua, keinginan untuk mendiseminasikan berbagai pemikiran dan kajian kritis mengenai media. Dalam arti tidak hanya mempertajam daya analisis akademisi dan mahasiswa dalam memandang posisi media, namun lebih dari itu. Departemen Ilmu Komunikasi berharap majalah ini bisa dijadikan sebagai media edukasi popular terhadap masyarakat umum dalam tataran konsep media literacy (kecakapan bermedia).

Ketiga, Departemen Ilmu Komunikasi ingin merangsang para akademisi ilmu komunikasi baik dosen atau mahasiswa memiliki ruang untuk menuangkan ide, gagasan dalam bentuk tulisan sekaligus membudayakan membaca bacaan alternatif.

Dengan terbitnya majalah Dictum ini, harapan besar jelas bahwa majalah ini dapat menjadi sebuah oase di tengah gersangnya nuansa intelektualitas dan kajian disiplin ilmu komunikasi di Departemen Ilmu Komunikasi dan FISIP USU secara mikro dan Indonesia secara makro.

Hadirnya majalah Dictum ini, bukanlah keinginan yang sesaat namun harapan kuat majalah ini mampu tetap eksis dan menjadi agenda rutin. Tidak hanya beredar di kampus, namun bisa menembus pasar/kalangan yang lebih luas pada stakeholders hingga masyarakat umum.

VISI
Mendiseminasikan Pemikiran dan kajian kritis serta alternatif mengenai kajian media dan ilmu komunikasi.

MISI
1. Memberdayakan Majalah Dictum sebagai ruang diskusi dialektik yang bebas bagi peminat kajian media dan ilmu komunikasi.
2. Sebagai bacaan alternatif kajian media dan ilmu komunikasi bagi akademisi ilmu komunikasi, mahasiswa hingga masyarakat luas.
3. Merangsang hadirnya penulis, pemerhati dan peminat baru tentang kajian media dan ilmu komunikasi.
4. Merangsang riset ilmiah dan pengembangan ilmu komunikasi ke arah yang lebih baik.

FORMAT
Majalah

KARAKTER ISI
Kombinasi nuansa intelektualitas kajian media dan ranah ilmu komunikasi dengan dunia industri menjadi karakter utama majalah Dictum. Hal ini mencerminkan keseriusan Dictum dalam melihat dua sisi yang senantiasa terkait ini secara seimbang. Misalnya artikel-artikel dalam rubrik Kajian yang merupakan sajian utama dalam setiap edisi adalah isi yang kami anggap yang paling dibutuhkan pembaca dan bermanfaat. Lalu dalam rubrik Riset menjadi acuan terbaik mengenai pola-pola kedinamisan penelitian di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.

Karakter seperti ini sekaligus juga menggambarkan bagaimana karakter pembaca yang memang benar-benar membutuhkan kajian media dan komunikasi massa yang komprehensif, ilmiah, intelektual, edukatif, akademis, tetapi khas dan popular. Dengan demikian gaya bahasa ditekankan pada reduksi jargon-jargon yang membingungkan untuk menjaring pembaca yang lebih luas, tanpa menghilangkan nuansa ilmiahnya. Selain itu kualitas cetak dan perwajahan sejak awal ditetapkan dalam kendali yang baik, hasil yang kreatif, konsisten, dinamis dan nyaman dibaca.

PERIODE TERBIT dan OPLAH

Triwulan, 2000 eksemplar

UKURAN DAN WARNA
Dimensi halaman : 21 cm x 29 cm
Full Color-FC : sampul depan dan halaman belakang
Black and White : halaman dalam

SASARAN PEMBACA
Dosen, mahasiswa, pemerhati, peminat kajian media dan ilmu komunikasi, praktisi media, peneliti sosial dan masyarakat umum. Kalangan pembaca sangat tersegmentasi yang memudahkan membaca karakter pembaca sekaligus kebiasaan dan kebutuhannya.

Penanggungjawab: Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Drs. Amir Purba, MA | Pemimpin Redaksi: Drs. Syafruddin Pohan, M.Si | Redaktur Pelaksana: Febry Ichwan Butsi, S.Sos | Redaktur: Dra. Dewi Kurniawati, M.Si, Dra. Mazdalifah, M. Si, Dra. Fatmawardy Lubis, Drs. Hendra Harahap, M.Si, Haris Wijaya, S. Sos, Yovita Sabrina Sitepu, S.Sos, Vinsensius G.K Sitepu, S.Sos | Staf Redaksi: Liston Aqurat, M. Arif Lubis, Haryadi Dwi Putera, Martine Pane | Administrasi dan Keuangan: Cut Hayatun Wardani, S.Sos | Penerbit: Pusat Kajian Media dan Komunikasi, Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, USU |Alamat: Jalan Dr. Sofyan No. 1 Gedung D Lt. III, FISIP, USU, Medan |telepon: 061-77699698, 061-8217168 | E-mail: redaksi.dictum@gmail.com