Sasa Djuarsa Sendjaja: Regulasi dan Regulator Mesti Dikonvergensi

Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja menyatakan dalam era konvergensi dan media baru saat ini, perlunya adanya langkah terobosan yakni dengan melakukan konvergensi di tataran regulasi dan regulator yang ada. Hal itu diungkapnya ketika berbicara sebagai narasumber di Seminar Penguatan Infrastruktur, Konteks dan Konten Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (31/1).

Adapun konvergensi pada level regulasi, menurut Sasa adalah dengan mengintegrasikan berbagai produk hukum dan peraturan seperti UU Pers, UU Perfilman, UU Penyiaran, UU Telekomunikasi termasuk UU KMIP yang sedang dalam tahapan pembahasan di DPR, ke dalam satu kesatuan produk hukum yang komprehensif dan terpadu yang akan menghilangkan ketidakkonsistenan dan ketidakselarasan regulasi.

Selanjutnya, dijelaskan oleh Sasa, konvergensi ditataran regulator adalah dengan cara mengintegrasikan berbagai lembaga atau instansi negara yang mengatur bidang komunikasi dan media menjadi satu lembaga atau badan yang bidang otoritasnya mencakup tiga bidang yakni telekomunikasi, komputer dan informatika serta media secara terintegrasi.

“Ini berarti lembaga-lembaga negara yang ada seperti Dewan Pers, LSF, Badan Pengembangan Perfilman Nasional, Komisi Penyiaran Indonesia, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan yang lainnya, perlunya disatukan ke dalam satu wadah kelembagaan yang terpadu,” ungkap Sasa.

Setelah itu terbentuk, kata Sasa, tenaga-tenaga pimpinannya harus merefleksikan tiga kelompok pemangku kepentingan (stake holders) yakni masyarakat sipil, kalangan profesional-industri dan pemerintah. “Ini sangat diperlukan, disamping karena pertimbangan efektifitas dan efisiensi kinerja organisasi, juga dalam upaya menjaga keseimbangan kepentingan dari ketiga kelompok tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Sasa mengingatkan bahwa semakin banyaknya media belum tentu bisa membuat penyiaran di tanah air menjadi diversty of content. Sekarang ini, jumlah media penyiaran di tanah air terbilang sudah banyak, namun isi siaran yang mereka tayangankan satu sama lain tidak jauh berbeda alias sama.

Saat ini, kata Sasa, jumlah lembaga penyiaran khususnya televisi dan televisi berlangganan yang ada di Indonesia mencapai 344 lembaga penyiaran yakni terdiri dari 20 televisi publik, 13 televisi swasta, 216 televisi lokal, 47 televisi berbayar (19 lembaga sudah mendapatkan IPP) serta 18 televisi komunitas. Ditambah lagi, ada sekitar 2504 lembaga penyiaran radio. (Sumber: KPI.GO.ID)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s