Evaluasi Pers Tahun 2007: Pemenjaraan Wartawan Terus Terjadi

Anggota Dewan Pers, Bambang Harymurti, mengkhawatirkan tingkat kemerdekaan pers Indonesia tahun depan akan turun. Sebab selama tahun 2007 terjadi beberapa kasus eksekusi dan pengadilan terhadap wartawan.Ia mencontohkan kasus hukuman penjara setahun terhadap Dahri Uhum Nasution, wartawan tabloid Oposisi, Medan. Kasus lainnya yaitu eksekusi enam bulan penjara terhadap Risang Bima Wijaya, wartawan dan mantan Pimpinan Umum Radar Yogya. “Ada lagi penulis yang dituntut delapan bulan penjara karena menulis opini,” katanya saat menjadi pembicara dialog “Dewan Pers Menjawab” yang disiarkan stasiun TVRI, Rabu, 19 Desember lalu. Baca lebih lanjut

Iklan

Teknologi Dokumen

Meski bahasa tulisan dan teknologi-teknologi dokumen telah memainkan peran penting dalam penciptaan dan pelestarian pengetahuan manusia, tetapi baru belakangan semua itu sampai ke tangan kebanyak orang. Selama hampir 6000 tahun, semua itu dipandang sebagai hak keramat para elit penguasa. Diperlukan lima setengah abad sejak penemuan Gutenberg barulah dokumen-dokumen tertulis tersebut relatif tersebar merata. Dan gagasan bahwa hampir semua orang dalam masyarakat harus bisa membaca dan menulis tidak diterima dengan meluas sampai akhir abad keenambelas dan tidak diterima dengan meluas dalam kebanyakan Budaya Barat sampai datangnya Revolusi Industri. (Sumber: Mediamorfosis, Roger Fidler)

Asal Mula Ungkapan Masyarakat Informasi

Orang yang mengartikulasikan secara lebih penuh gagasan sebuah ekonomi informasi dan masyarakat informasi adalah seorang Amerika muda, Marc Porat yang ketika itu bergabung dengan the Aspen Society, dalam bentuknya yang pertama 1977. Artikel itu dipesan oleh The United States Information Agency. Ungkapan itu telah menjadi bahasa 1960-an. Arus ketika itu telah menjadi kata benda-dan juga kerja yang disenangi. Demikian pula ketika itu, kata informasi telah digabungkan ke dalam istilah teknologi informasi (IT), yang pertama kali digunakan dalam kalangan manajemen, dan matematika teori informasi.

(Sumber: Sejarah Sosial Media, Dari Gutenberg sampai Internet).

Pers New York

Sejak semula, pers di New York hanya merupakan sebuah unsur dari pers Amerika yang tidak pernah terpusat dan terus-menerus berbasis lokal. Demikian pula keadaan pers di Prancis dan Italia, meskipun Paris merupakan pusat dari surat kabar bersikulasi massal di Prancis, dimulai dari Le Petit Journal tahun 1863, yang menjual seperempat juta eksemplar sehari, yang ketika itu merupakan sirkulasi terbesar di dunia.

 

Pajak dan The Times

The Times yang digambarkan pada tahun 1871 sebagai jurnal terbesar yang pernah dikenal dunia adalah sebuah surat kabar yang mahal, dan ia kehilangan sebagian besar dominasinya di Inggris setelah kewajiban pajak, yang telah dikurangi tahun 1836, dihapus sama sekali tahun 1855 dan kewajiban surat-kabar itu dicabut tahun 1861.

(Sumber: Sejarah Sosial Media, Dari Gutenberg sampai Internet).

Islam Melawan Teknologi Percetakan

Di dunia Islam, perlawanan terhadap percetakan tetap kuat sepanjang permulaan periode modern. Bahkan negara-negara Islam telah dianggap sebagai kendala bagi diseberangkannya teknologi percetakan dari Cina ke Barat. Menurut seorang duta besar imperium untuk Istambul pada pertengahan abad ke-16, orang Turki memandangnya sebagai suatu dosa bila mencetak buku-buku keagamaan. Ketakutatan akan dicap bidah merupakan latar belakang dari perlawanan terhadap percetakan dan pelajaran barat. Tahun 1915, Sultan Selim I (memerintah tahun 1512-1220) telah mengeluarkan sebuah titah untuk menghukum pelaku praktek percetakan dengan hukuman mati. Pada akhir abad itu, Sultan Murad III (memerintah tahun 1574-1595) mengizinkan dijualnya buku-buku cetakan yang bukan buku agama dengan tulisan Arab, namun semuanya itu mungkin barang impor dari Italia. (Sumber: Sejarah Sosial Media, Dari Gutenberg sampai Internet)