Stuart Hall

Konsentrasi kajian Hall banyak membahas isu mengenai hegemoni dan studi budaya, yang banyak diilhami oleh pemikiran Gramsci. Ia melihat bagaimana bahasa sering dioperasikan dalam batasan untuk memelihara kekuatan, institusi sekaligus ekonomi politik. Pandangan ini memandang bahwa masyarakat sebagai produsen sekaligus konsumen budaya dalam waktu yang sama.
Hall menjadi salah seorang perintis mengenai teori resepsi. Pendekatan ini memfokuskan pada analisis tekstual dengan ruang lingkup pada negosiasi dan oposisi pemirsa sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini berarti pemirsa tidak secara mudah ataupun pasif dalam menerima teks–termasuk buku ataupun film–dan elemen ini menjadi aktif dalam aktivitasnya. Karena seseorang menegoisasisikan arti dari teks. Makna ini tergantung pada bagaimana latar belakang budaya seseorang tersebut. Karena latar belakang seseorang dapat menjelaskan bahwa ada sebagai pembaca teks akan menyetujui atau menolak apa yang dia baca.
Hall juga membangun sebuah ide yang dijadikan model mengenai masalah pengkodean dalam wacana media. Makna dari teks dapat salah, karena ada jarak antara penulis dan pembaca. Walaupun sang penulis menulis teks dalam beberapa metode yang mungkin bisa dimengerti oleh pembaca. Friksi yang terjadi inilah yang disebut Hall dengan “jarak pemahaman”. Batasan ini dihubungkan Hall dengan konstruksi sosial. (sumber: wikipedia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s