Norman Fairclough

Norman FaircloughFairclough sebenarnya bukanlah akademisi ilmu komunikasi. Saat ini dia masih tercatat sebagai Guru Besar linguistik di Department of Linguistics and English Language, Lancaster University, Inggris. Fairclough adalah salah seorang yang mengembangkan pendekatan analisis wacana kritis yang merupakan cabang dari linguistik dan analisis wacana (discourse analysis). Fairclough meminati masalah kajian kritis wacana dalam teks berita dimulai sejak tahun 1980-an. Dia melihat bagaimana penempatan dan fungsi bahasa dalam hubungan sosial khususnya dalam kekuatan dominan dan ideologi.

Serta bagaimana bahasa dapat menggambarkan sebuah proses perubahan sosial. Dalam pandangan Fairclough, bahasa pada masa kini banyak digunakan pada upaya perubahan sosial, yang bisa diintepretasikan sebagai usaha untuk memelihara tatanan “globalisasi”, “neo-liberalisme” hingga “kapitalisme baru”.

Sosok satu ini dikenal terutama oleh mahasiswa komunikasi dengan sumbangan pemikirannya pada pengembangan metodologi analisis wacana kritis. Konsep yang ia bentuk menitikberatkan pada tiga level, yakni pertama, setiap teks secara bersamaan memiliki tiga fungsi, yaitu representasi, relasi, dan identitas. Fungsi representasi berkaitan dengan cara-cara yang dilakukan untuk menampilkan realitas sosial ke dalam bentuk teks.

Fungsi relasi, berkaitan dengan sifat hubungan wartawan dengan khalayaknya tercermin pada teks. Fungsi identitas, berkaitan dengan identitas wartawan dan khalayaknya dituangkan pada teks.
Kedua, praktik wacana meliputi cara-cara para pekerja media memproduksi teks. Hal ini berkaitan dengan wartawan itu sendiri selaku pribadi; sifat jaringan kerja wartawan dengan sesama pekerja media lainnya; pola kerja media sebagai institusi, seperti cara meliput berita, menulis berita, sampai menjadi berita di dalam media.

Ketiga, praktik sosial-budaya menganalisis tiga hal, yaitu ekonomi, politik (khususnya berkaitan dengan isu-isu kekuasaan dan ideologi), dan budaya (khususnya berkaitan dengan nilai dan identitas) yang juga mempengaruhi istitusi media, dan wacananya. Pembahasan praktik sosial budaya meliputi tiga tingkatan Tingkat situasional, berkaitan dengan produksi dan konteks situasinya Tingkat institusional, berkaitan dengan pengaruh institusi secara internal maupun eksternal. Tingkat sosial, berkaitan dengan situasi yang lebih makro, seperti sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem budaya masyarakat secara keseluruhan. (febry ihcwan butsi/dari berbagai sumber)

Iklan

Satu pemikiran pada “Norman Fairclough

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s